SMKN 4 BANJAR

Merajut Nada Budaya di Ruang Kelas: Keberanian Rizki Pratama Menyanyikan Lagu Sunda

Admin Sekolah
Merajut Nada Budaya di Ruang Kelas: Keberanian Rizki Pratama Menyanyikan Lagu Sunda

Banjar – Selasa, 12 Agustus 2025, pagi di SMKN 4 Banjar menjadi hari yang tak terlupakan bagi siswa-siswi kelas X TJKT 2. Di tengah kesibukan pelajaran, seorang siswa bernama Rizki Pratama membuat suasana kelas menjadi syahdu. Dengan penuh keberanian, ia maju ke depan kelas, bukan untuk presentasi materi pelajaran yang rumit, melainkan untuk melantunkan sebuah lagu berbahasa Sunda.

 

Pelajaran Bahasa Sunda hari itu memang mengagendakan tugas seni budaya. Para siswa diberi pilihan untuk membacakan sajak, bercerita, atau menyanyikan lagu Sunda. Sebagian besar memilih opsi yang terasa lebih aman, yaitu membacakan sajak. Namun, Rizki mengambil jalan yang berbeda. Meski dikenal sebagai siswa yang pendiam dan lebih banyak berinteraksi dengan komputer, ia justru memilih untuk menyanyi di depan teman-temannya.

Dengan iringan musik yang diputar dari ponsel, Rizki memulai penampilannya. Suaranya yang merdu dan tenang mulai mengalun, membawakan lagu "Manuk Dadali" dengan penuh perasaan. Lagu yang sarat akan makna perjuangan dan kebanggaan akan tanah air itu, terdengar begitu hidup. Tidak ada nada sumbang atau lirik yang salah. Rizki menyanyikannya dengan penghayatan yang dalam, seolah-olah ia bukan hanya sekadar menyanyi, tetapi juga menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya.

 

Seketika, suasana kelas yang biasanya ramai dengan candaan dan bisik-bisik, menjadi hening. Teman-teman sekelasnya yang semula terkejut dengan pilihan Rizki, kini terdiam, terhanyut dalam setiap bait lagu yang ia nyanyikan. Guru Bahasa Sunda mereka, Ibu Siti, terlihat tersenyum bangga. Ia tahu bahwa keberanian seorang siswa untuk tampil membawakan lagu daerah di depan publik bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi siswa yang cenderung pemalu seperti Rizki.

"Rizki ini luar biasa. Keberaniannya untuk tampil dan melantunkan lagu Sunda di depan teman-temannya sangat menginspirasi. Ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga wujud nyata dari kecintaannya pada budaya Sunda. Saya berharap, keberaniannya bisa menular ke teman-teman yang lain," ujar Ibu Siti usai Rizki menyelesaikan lagunya.

 

Penampilan Rizki diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari seluruh isi kelas. Teman-temannya memberikan apresiasi tidak hanya atas suaranya yang merdu, tetapi juga atas keberaniannya. Salah satu teman sekelas Rizki, Dinda, mengungkapkan kekagumannya. "Gue kaget banget, enggak nyangka kalau Rizki punya suara sebagus itu. Dia biasanya fokus sama komputer, tapi pas nyanyi, auranya beda banget. Keren!" ungkap Dinda.

Aksi Rizki Pratama membuktikan bahwa kecintaan pada budaya bisa tumbuh di mana saja, bahkan di jurusan yang identik dengan teknologi modern seperti TJKT. Ia telah menginspirasi teman-temannya untuk tidak ragu mengekspresikan diri dan melestarikan budaya, terlepas dari stereotip yang ada. Keberaniannya dalam menyanyikan lagu "Manuk Dadali" bukan hanya sekadar memenuhi tugas sekolah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya harus terus dirawat dan dilestarikan oleh generasi muda.

Bagikan Artikel

Informasi Artikel

Ditulis oleh: Admin Sekolah
Tanggal: 13 Agustus 2025