Semangat Mengaji di Tengah Gempuran Teknologi: Ibu Seny Bimbing Siswa X TO 3 SMKN 4 Banjar Baca Al-Qur'an

BANJAR - Di tengah hiruk pikuk dunia otomotif dan bisingnya mesin, terpancar cahaya ketenangan di ruang kelas X Teknik Otomotif 3 (TO 3) SMKN 4 Banjar. Pemandangan yang langka namun penuh makna tersaji pada Senin, 11 Agustus 2025. Di sana, Ibu Seny Setia Musta'in, S.Pd.I., guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan sabar membimbing para siswanya untuk membaca dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Momen ini membuktikan bahwa minat dan semangat mendalami ilmu agama tidak luntur di kalangan siswa teknik. Meskipun identik dengan dunia yang serba mekanis dan teknologis, para siswa kelas X TO 3 menunjukkan komitmen kuat mereka terhadap pelajaran agama.
Ibu Seny, dengan senyum ramah dan pendekatan yang hangat, menciptakan suasana belajar yang nyaman. Ia tidak hanya mengajarkan tajwid dan makhraj huruf, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Qur'an. "Mengaji itu bukan hanya soal bisa membaca, tapi juga memahami dan mengamalkan isinya. Al-Qur'an adalah petunjuk hidup kita," ungkap Ibu Seny.
Para siswa terlihat antusias mengikuti bimbingan Ibu Seny. Secara bergantian, mereka membaca ayat demi ayat, sementara teman-teman yang lain mendengarkan dengan khidmat. Tidak ada rasa malu, hanya semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu. Salah satu siswa, Rian, mengungkapkan rasa senangnya, "Senang bisa belajar ngaji dari Ibu Seny. Dulu di SMP, jarang ada waktu khusus seperti ini. Sekarang jadi lebih lancar bacanya."
Kepala SMKN 4 Banjar, Bapak Dr. H. Iwan Setiawan, M.Pd., menyambut baik kegiatan ini. "Kami sangat mendukung kegiatan keagamaan di sekolah. Ini sejalan dengan visi kami untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pondasi agama yang kuat," ujarnya.
Kegiatan mengaji rutin ini menjadi bukti bahwa keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat dapat terwujud di lingkungan sekolah kejuruan. Kelas X TO 3 SMKN 4 Banjar telah memberikan teladan berharga. Mereka membuktikan bahwa di tengah kesibukan mengejar keterampilan, membaca dan mendalami Al-Qur'an tetap menjadi prioritas utama. Momen ini bukan hanya sekadar pelajaran, melainkan investasi moral dan spiritual yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.