Ibu Tantri, Koordinator Program Makanan Bergizi Gratis di SMKN 4 Banjar, Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Banjar, 12 Agustus 2025 – Di tengah kesibukan pagi yang khas di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Banjar, ada pemandangan yang rutin namun penuh makna di salah satu sudut kantin. Ibu Tantri, S.Pd., yang menjabat sebagai koordinator program makanan bergizi gratis, tampak sibuk dengan tumpukan kotak makanan. Dengan teliti, ia menghitung satu per satu porsi yang telah disiapkan, memastikan tidak ada satu pun siswa yang terlewat dari program penting ini.
Program makanan bergizi gratis ini merupakan inisiatif sekolah untuk mendukung asupan gizi para siswa, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan menjaga kesehatan fisik siswa. Menurut Ibu Tantri, setiap porsi makanan dirancang khusus dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi yang seimbang, meliputi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.
"Hari ini, kami mendistribusikan 750 porsi makanan," ujar Ibu Tantri sambil mencocokkan data di buku catatannya. "Setiap hari kami selalu memastikan jumlah porsi sesuai dengan data siswa yang terdaftar. Ini penting agar semua siswa yang berhak bisa mendapatkan jatahnya."
Proses distribusi makanan ini bukan tanpa tantangan. Ibu Tantri dan timnya harus bekerja ekstra untuk memastikan semua makanan tiba di tangan siswa dalam kondisi baik dan tepat waktu. Pagi hari ini, misalnya, ia harus berkoordinasi dengan tim katering dan beberapa relawan guru serta staf sekolah untuk mempercepat proses pengepakan dan penyerahan.
"Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan makanan segar dan higienis. Oleh karena itu, semua prosesnya kami awasi ketat, mulai dari pengiriman dari katering sampai ke tangan siswa," tambah Ibu Tantri dengan senyum.
Program ini telah berjalan selama beberapa bulan dan menunjukkan dampak positif yang signifikan. Beberapa guru melaporkan adanya peningkatan semangat belajar dan kehadiran siswa. Selain itu, program ini juga membantu meringankan beban ekonomi orang tua.
"Senang melihat anak-anak antusias saat menerima makanan. Bagi kami, ini bukan sekadar memberikan makanan, tapi juga investasi untuk masa depan mereka. Anak-anak yang sehat dan berenergi pasti akan lebih mudah menyerap pelajaran," pungkas Ibu Tantri.
Keberhasilan program ini tak lepas dari peran Ibu Tantri sebagai koordinator. Dedikasi dan ketelitiannya dalam mengelola logistik menjadi kunci utama kelancaran distribusi. Setiap hari, ia adalah salah satu orang pertama yang datang ke sekolah untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, dan orang terakhir yang pulang setelah semua siswa selesai menikmati hidangan mereka.