SMKN 4 BANJAR

Mengukir Keterampilan di Ruang Praktik: Siswa SMKN 4 Banjar Belajar Memoles Kendaraan

Admin Sekolah
Mengukir Keterampilan di Ruang Praktik: Siswa SMKN 4 Banjar Belajar Memoles Kendaraan

BANJAR - Di sebuah sudut bengkel yang dipenuhi aroma cat dan oli, terlihat aktivitas yang berbeda dari biasanya. Bukan sekadar memperbaiki mesin, namun menciptakan kilau yang memanjakan mata. Pada Selasa (12/8/2025), suasana di bengkel Teaching Factory (TSM) SMKN 4 Banjar menjadi lebih hidup dengan kehadiran Bapak Irfan Firaas, S.Pd., yang dengan teliti mengajari para siswanya seni memoles bodi kendaraan.

Bapak Irfan, guru produktif yang dikenal dengan dedikasinya, tampak sabar mendampingi para siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Menggunakan alat poles mesin dan berbagai jenis kompon, ia menunjukkan setiap langkah secara detail, mulai dari pemilihan produk, teknik pengaplikasian, hingga gerakan memutar yang presisi.

"Memoles itu bukan hanya soal membuat bodi kinclong," ujar Bapak Irfan sambil mengarahkan tangan salah satu siswanya. "Ini adalah seni. Kita harus tahu karakteristik cat, jenis baret, dan produk yang tepat. Kesabaran dan ketelitian adalah kuncinya."

Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum praktik yang dirancang untuk memberikan keterampilan nyata kepada para siswa. Memoles bodi kendaraan, yang seringkali dianggap sebagai pekerjaan sepele, sebenarnya membutuhkan keahlian khusus dan pemahaman mendalam. Teknik yang salah dapat merusak lapisan cat, sementara teknik yang benar justru bisa mengembalikan kilau asli kendaraan, bahkan menyamarkan baret-baret halus.

Salah satu siswa, Daffa, mengungkapkan antusiasmenya. "Saya kira cuma pakai mesin terus langsung kinclong. Ternyata ada tahapannya. Tadi diajari dari menghilangkan jamur, baret halus, sampai finishing. Ini ilmu yang sangat berharga," katanya sambil memegang botol cairan pembersih.

Kepala SMKN 4 Banjar, Bapak Dr. Oo Kosidin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan praktik seperti ini. "Kami selalu berupaya agar pembelajaran di sekolah relevan dengan kebutuhan industri. Teaching Factory ini adalah wadah bagi siswa untuk merasakan langsung suasana kerja profesional. Dengan bimbingan guru-guru yang kompeten seperti Pak Irfan, kami yakin lulusan kami akan siap bersaing di dunia kerja," jelasnya.

Kegiatan praktik memoles bodi kendaraan ini diharapkan dapat menjadi bekal tambahan bagi para siswa untuk terjun ke dunia industri otomotif, baik sebagai teknisi di bengkel profesional maupun membuka usaha detailing kendaraan sendiri. Ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi tak hanya mencetak tenaga terampil, tetapi juga melahirkan para wirausaha muda yang siap berinovasi.

 

Bagikan Artikel

Informasi Artikel

Ditulis oleh: Admin Sekolah
Tanggal: 12 Agustus 2025